Kamis, 16 Desember 2021

Hasil review tiga cerpen karya Faisal Oddang

Baiklah  saya akan membahas hasil review saya setelah membaca 3 cerpen karya Kak Faisal Oddang . Yang dimana namanya itu sedikit familiar di telinga saya.Sejujurnya dari ketiga cerpen tersebut buku yang saya sukai ada 2 . Sebenarnya, satu tapi karena latar cerpen yang kedua ialah di kota dimana saya menghabiskan masa sekolah dari kelas 5 sd hingga mau naik ke kelas 6 dan sampai saya mengecap bangku SMA akhirnya hal itulah yang menarik saya untuk menyukai cerita yg kedua.
Yang Pertama: Buku yang ketiga yang berjudul" Orang-Orang dari Selatan Harus Mati Malam Itu." sebuah cerita yang berlatarkan Sidrap beragama Tolotang . Mengisahkan tentang perjuangan cinta 2 anak manusia yg dimana agama dan pemerintahan lah yg menjadi penghalang d antara mereka.  Juga bagaimana mereka yang memperjuangkan agama nya (Tolotang) tapi juga tidak buta sehingga mereka rela mengganti agama di ktp mereka (baca:Isuri dan Ayahnya) agar tidak ada lagi korban -korban yang berjatuhan ataukah karena janji isuri mengenai Upe yang akan menikahinya sehingga ayahnya dengan suka rela  mengganti agama di Ktpnya? .Crita ini sgt dramatis . Dan mnurut saya sebagai pnyuka novel fiksi saya suka.
Yang kedua  yang berjudul: "Mengapa Mereka Berdoa Kepada Pohon? "tentang bagaimana kesalapahaman seseorang mengenai perjuangan seorang ustadz Syamsuri yang dibalas dengan air tuba kalau  boleh saya mengatakan seperti itu maaf nyeleneh heeh masalahnya  ialah mereka menempatkan kekaguman mereka dngan cara yang salah . Di ending nya jelas"pak Syamsuri mengatakan bahwa dia meninggal di Wajo karena pnykit TBC nya atau tuberkolosis yang sudah tidak mampu dia tahan atau kataknlah ajal sudah menjemput jadi mereka"yg beranggapan bahwa pak Syamsuri mati tertembak dan mnjadi pohon tidaklah benar.klau dalam agama ini . Persoalan pak Syamsuri bisa masuk dalam kategori kemusyrikan menurut saya pak. Tapi sebenarnya ini merupakan taktik penulis dalam menyampaikan pesan yg ingin dia berikan kepada pembacanya. Dan iya, penulis berhasil mnympaikn pesan itu . Bahkan pemilihan kata dari penulis sangat unik contohnya : "air mataku berjatuhan membuat lurik di pipiku "
 Saya  juga baru tau tentang adanya Laskar Andi Makkasau yang saya tau hanyalah lapangan Andi Makkasau .terima kasih pak dari cerpen ini sedikit banyak saya tau mengenai kota B.J Habibie yang menyimpan bnyak kenangan
Adapun cerpen pertama yang dari Toraja yang berjudul Didalam Tarra . Rahim Pohon komentar saya ialah penulis berhasil mendeskripsikan adanya stratifikasi sosial bahkan ketika orang itupun telah meninggal karena yang sama-sama kita ketahui filosofis suku toraja ialah hidup untuk mati. Jadi dengan dengan adanya Rambu Solo sudah pasti mereka memperlakukan mayat tersebut berdasarkan kasta ketika mayat masih hidup. Juga dipererat oleh  percakapan antara Runduma dan Lola Toding. Yang menjelaskan ketidakpedean Lola  dalam bercakap dengan Runduma sebab adanya strata sosial di antara mereka serta menjelaskan bagaimana pengaruh Rambu solo bagi orang-orang yang bukan termasuk dari kaum mereka seperti para turis contohnya. Seperti ketika jasad  Lola Toding yang tinggal tulang belulang  di jual dengan harga Ratusan juta rupiah kepada para turis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar